Locomotief Cross Frame, Ikonnya Sepeda Negeri Kincir Angin

Locomotief Cross Frame
Sejak periode1880-an , banyak produsen sepeda (cycle) bermimpi mampu membuat sepeda yang cocok digunakan baik oleh pria maupun wanita, ketimbang harus membuat model terpisah dari sepeda pada umumnya. Produsen sepeda Raleigh mematenkan model bingkai crossframe (X) pada akhir 1890. Produsen Raleigh membuat dua desain yang berbeda dari bingkai crossframe , dengan silang bar yang lebih rendah dari Lady frame X. Guna menghindari model crossframe yang telah dipatenkan oleh Raleigh itu, ada beberapa produsen sepeda lain yang membuat gaya crossframe yang berbeda dari bingkai silang milik Raleigh. Ada banyak kasus yang telah diproses pengadilan atas pelanggaran hak paten bingkai silang ini.

Salah satu produsen sepeda asal Belanda yang membuat bingkai silang adalah Locomotief. Bingkai crossframe sepeda Locomotief ini dipatenkan pada 1930-an. Salah satu model crossframe ini adalah Locomotief Super De Luxe keluaran 1954. Sepeda ini merupakan model Top of The Range yang dipromosikan sebagai sepeda unisex (wandu). Meskipun sepeda Locomotief crossframe ini lebih tepat disebut sebagai priesterrijwiel, yang berarti sepeda pastur (imam). Sepeda Locomotief crossframe ini sangat membantu perkembangan model crossframe di Belanda , dan merupakan model yang paling populer . Sebenarnya sepeda model Locomotief crossframe ini dirancang dengan gaya yang sangat baik sejak 1936 hingga 1955.

Di negeri Belanda, sepeda model crossframe menjadi benar-benar populer pada periode tahun tiga puluhan akhir, bersama-sama dengan reintroduksi dari sepeda dengan kategori yang berbeda seperti sepeda tandem, serta pengembangan industri sepeda. Setelah resesi ekonomi dari paruh pertama di tahun 1930-an, konsumen membeli lebih banyak sepeda. Tentunya hal ini memberi peluang untuk sepeda dengan model yang lebih khusus.

Salah satu produsen sepeda di Belanda yang membuat model khusus ini adalah Gazelle pada 1930. Merek-merek terkenal lainnya seperti Simplex, Juncker, Locomotief dan Germaan mengikutinya pada akhir 1930-an. Pada awal 1950-an, setiap merek ternama sepeda Belanda memiliki satu atau lebih model khusus ini dalam koleksinya, dengan pengecualian yang mencolok yaitu sepeda Fongers yang tak memiliki banyak model khusus ini.

Sepeda Locomotief bergabung dengan Simplex pada tahun 1952. Penggabungan (merger) dua produsen sepeda ini terbilang sukses. Bagaimana tidak, pada 1960, perusahaan ini telah memproduksi sekitar 10% dari total produksi sepeda di Belanda. Mungkin model khusus yang paling populer adalah Locomotief crossframe super de Luxe ini, yang diperkenalkan sebagai persilangan bingkai unisex. Seperti sepeda Velosolex di Perancis dan sepeda Raleigh Superbe X di Inggris. Frame sepeda silang dari Locomotief ini menjadi ikon di negeri kincir angin itu. (Oldbike In History, Sumber dan foto koleksi : Oldbike.eu)

Sumber : FB Oldbike In History

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Raleigh Irish Crossframe, Sepeda Polisi Irlandia

Raleigh X frame

Foto sepeda ini adalah Raleigh Gents 26″ All Steel Irish Crossframe keluaran 1934. Sepeda Raleigh dengan desain silang ini dibuat sesuai tuntutan tugas angkatan kepolisian yang harus memiliki kekuatan yang tinggi, mudah dikemudikan, dan kehandalannya tak putus-putus. Singkat kata sepeda model Raleigh terbaru ini khusus untuk polisi.

Perhatikan bahan frame X yang dibangun khusus terbuat dari baja. Kekuatan tambahan ini akan memenuhi permintaan layanan konsumen. Kekuatan inilah yang paling sulit untuk diberikan kepada sepeda pada umumnya. Namun sepanjang itu, bahan baja bingkai X frame ini akan mempertahankan fleksibilitas. Aadanya bantalan khusus yang menyesuaikan dengan keadan jalan tentunya memastikan sepeda Raleigh crossframe ini mampu berjalan selembut sutra. Sistem rem Raleigh rem yang efisien akan menambah kelancaran tugas.

“Tidak peduli berapa banyak Anda membayar, uang tidak bisa membeli sepeda yang lebih baik. Raleigh adalah standar semua sepeda”.

Sepeda Raleigh Gents 26 All Steel Irish Crossframe yang digunakan oleh polisi Irlandia ini dilengkapi dengan Sturmey Archer Model K 3 kecepatan perseneling (Sturmey Archer Model K 3-Speed Gears), dan aksesoris Dunlop Toolbag. Raleigh model bingkai X Irlandia ini dirancang khusus untuk digunakan di jalan-jalan buruk yang sering ditemukan di Irlandia. Bisa juga digunakan di jalan tanah di mana tanah yang sering dilalui itu bersifat merusak dan kasar, sehingga mengharuskan memakai frame dengan ukuran karakter yang agak besar dan lebih kuat ketimbang frame biasanya.

Menurut buku The Story of Cycle Raleigh, pemerintah Irlandia meluncurkan Industry Program di tahun 1930-an untuk mendorong perusahaan-perusahaan mempekerjakan tenaga kerja lokal. Jadi perusahaan Raleigh membentuk cabang Raleigh di Irlandia dengan nama Irish Raleigh Cycles Co Ltd, pada Oktober 1936. Meskipun pabrik Raleigh di Irlandia yang mulai beroperasi pada 1937 ini hanya pabrik perakitan dan tidak benar-benar memproduksi sepeda, rata-rata memproduksi sepeda sebanyak 1000 unit perminggu. Produksi sepeda di pabrik perakitan Raleigh Irlandia ini berakhir ketika pecah perang dunia kedua. (Oldbike In History, sumber dan foto koleksi : oldbike.eu)

Sumber : FB Oldbike In History

Dipublikasi di Tak Berkategori | 2 Komentar

Simplex dipakai untuk Patroli Polisi

Simplex utk patroli polisi

Sejarah munculnya pasukan keamanan (politie) diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi guna menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka. Dalam perkembanganya kepolisian modern Hindia Belanda dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen (rechts politie) yang bertanggungjawab pada procureur generaal (jaksa agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan) , stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.

Setelah adanya penggunaan sepeda oleh polisi, ada beberapa kesataun polisi bersepeda yang dibentuk. Kesatuan polisi bersepeda ini tugasnya adalah melakukan patroli dibeberapa kawasan yang dianggap rawan tindakan kriminal. Ada beberapa merek sepeda yang digunakan polisi Hindia Belanda untuk berpatroli, dan salah satunya sepeda Simplek.

Nah, foto Foto lama koleksi kitlv ini merupakan bukti bila sepeda Simplex digunakan oleh detasemen polisi lapangan (detachement veld politie). Polisi bersepeda ini sedang melakukan patroli di kawasan Sawah Lunto, Sumatra Barat pada 1932. Bila foto ini diperbesar, ternyata ada beberapa sepeda yang digunakan oleh kesatuan polisi jaman Belanda ini adalah Simplex.

Sebenarnya banyak merek sepeda yang digunakan oleh kesatuan-kesatuan bersenjata jaman Belanda. Sebut saja sepeda Brennabor buatan Jerman, juga Fongers dan Burgers buatan Belanda. Selain itu, juga ada sepeda merek Hima yang digunakan oleh polisi yang sering dikenal sebagai Hima Polisi. (Oldbike in Histrory, foto koleksi : kitlv)

Sumber : FB Oldbike in Histrory

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Fongers, Sepeda Resmi Tentara Hindia Belanda

Fonger utk tentara

Guna mempertahankan wilayah kekuasaannya kerajaan Belanda membangun kekuatan tentara di Hindia Belanda. Setelah perang jawa (Java Oorlog) selesai, pada 4 Desember 1830, Gubernur Jenderal Van den Bosch mengeluarkan keputusan yang dinamakan “Algemeene Orders voor het Nederlandsch-Oost-Indische leger”. Keputusan ini menetapkan pembentukan suatu organisasi ketentaraan yang baru untuk Hindia Belanda, yaitu Oost-Indische Leger (Tentara India Timur).

Di tahun 1836 atas saran dari Raja Willem I, tentara ini mendapat predikat “Koninklijk“. Ketika Hendrik Colijn yang pernah bertugas sebagai perwira di Oost-Indische Leger, menjadi Perdana Menteri, secara resmi tentara di India-Belanda dinamakan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, disingkat KNIL.

Istilah KNIL sebenarnya singkatan dari bahasa Belanda yaitu het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger, atau secara harafiah: Tentara Kerajaan Hindia-Belanda. Meskipun KNIL melayani pemerintahan Hindia-Belanda, banyak di antara anggota-anggotanya yang adalah penduduk bumiputra di Hindia-Belanda dan orang-orang Indo-Belanda, bukan orang-orang Belanda.

Setelah adanya penggunaan sepeda oleh kalangan militer, tentara KNIL di Hindia Belanda pun dilengkapi sepeda untuk keperluan pasukan. Seperti kita ketahui, kerajaan Belanda menggunakan tiga merek sepeda bagi tentaranya yaitu Fongers, Burgers, dan Simplex. Sepeda untuk militer Belanda ini dikenal dengan istilah WF (Wielrijders Fietsen). Nah, apakah ketiga merek sepeda Belanda ini juga digunakan oleh tentara KNIL Hindia Belanda? Ternyata tidak. Berikut penjelasanya.

Koran De Sumatra Post terbitan 1907 mengulas tentang kelangkaan atau kurangnya pasokan sepeda untuk pasukan Belanda. Pasukan-pasukan bersepeda KNIL ini beroperasi di beberapa wilayah nusantara (archipel) seperti pulau Sumatra terutama daerah Medan, Aceh, dan Sumatra Barat. Selain itu, juga pulau Jawa. Tentunya dibutuhkan sepeda yang berkualitas baik dan sesuai dengan kondisi tanah atau medan di Hindia Belanda. Namun pemerintah Belanda kebingungan dan terjadi perdebatan para petinggi Belanda mengenai sepeda merek apa yang tepat digunakan oleh tentaranya di Hindia Belanda. Saking alotnya perdebatan para petinggi Belanda ini berakibat pasokan sepeda untuk militernya terhambat. Awalnya pemerintahan Hindia Belanda menunjuk sepeda bermerek Brennabor buatan Germany untuk digunakan oleh tentara Hindia Belanda.

Koran Het Nieuws Van Den Dag Voor Nederlandsch Indie terbitan 1909 menulis tentang sepeda Brennabor (Brennabor Rijwielen) yang digunakan oleh tentara Hindia Belanda. Berikut tulisan berita yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia

Sepeda Brennabor

Sebagai tanda terima kasih kami terima dari Brennabor sebenarnya untuk Brandenburg a / d Havel giel di dermaga sekitar 1907 daftar harga produk yang diproduksi oleh sepedanya.

Seperti diketahui, sepeda Brennabor digunakan di weilrijdersbrigade dari tentara India Belanda (Het Nieuws Van Den Dag Voor Nederlandsch Indie, 1907).

Setelah melalui perdebatan sengit dan pemeriksaan sepeda yang tepat, akhirnya pada 1909, secara resmi pemerintah kerajaan Belanda menunjuk produsen sepeda Fongers untuk membuat sepeda untuk digunakan tentara Hindia Belanda (Indische Leger).

Koran De Sumatra Post terbitan 1909 menulis berita tentang sepeda Fongers untuk tentara Hindia Belanda :

Sepeda Untuk Tentara Hindia Belanda

Fongers sepeda untuk militer India Belanda. Setelah berbagai keberatan dan diperiksa di Belanda (De Sumatra Post 1910).

Dipilihnya Fongers untuk militer di Hindia Belanda, menurut koran De Sumatra Post tersebut karena sepeda Fongers sesuai dengan kondisi jalan dan tanah, sehingga dibutuhkan sepeda yang mampu memenuhi tuntutan tinggi pasukan. Selain itu, sepeda Fongers telah memiliki reputasi bagus di kalangan orang-orang Hindia Belanda.

Ada beberapa tipe sepeda Fongers untuk militer ini sebut saja CCG, HZ yang dipakai waktu Perang Dunia 1 pada 1914. Fongers HZ militer ini bercirikan : rem depan sudah memakai tromol namun menggunakan tromol sebelah kanan, sedang rem belakang menggunakan torpedo. Ada juga tipe HF yang digunakan dekade 1930-an. (Oldbike In History, sumber : dari beragam sumber. Foto koleksi : fongers.net, pada foto adalah poster iklan sepeda Fongers tentara Hindia Belanda (Nederlandsch Indische leger)

Sumber : FB Oldbike in History

Dipublikasi di Tak Berkategori | 2 Komentar

Sunbeam, Sinar Matahari Yang Berkilau

Sunbeam

Perusahaan Sunbeam didirikan oleh John Marston, di Ludlow, Inggris. Sejarah Sunbeam berawal ketika pada 1851, John Marston datang di Wolverhampton, Inggris. Ia magang kerja di perusahaan pengecoran timah milik Edward Perry, dan perusahan Jepang bernama Jeddo Works.

Setelah magang kerjanya berakhir pada 1859, John membeli perusahaan Jepang di Bilston dari seseorang bernama Daniel Lester. Setelah perusahaan yang dibelinya itu dikelola dengan baik, akhirnya berkembang pesat dan meraih sukses yang besar. Ketika Edward Perry meninggal dunia di tahun 1871, John membeli perusahaan Jeddo Works, dan kembali berbisnis di Wolverhampton. Semua jenis produk dalam negeri yang diproduksi oleh perusahaan ini menjadi salah satu dari dua pembuat enamel hitam (black enamelled ware) terbesar di Inggris

John merupakan seorang pengendara sepeda yang handal, ia tertarik untuk mencoba memperbaiki mesin. Di tahun 1887, John membuat sebuah sepeda yang tampilannya agak kasar dan berat yang dilengkapi ban padat. Pada saat itu, William Newill, seorang mandor perusahaan Jeddo Works, membuat sebuah mesin yang jauh lebih baik untuk John, dengan bingkai (frame) yang rendah karena John Marston memiliki kaki yang pendek. Sepeda (cycle) telah selesai dengan warna khas Jepang yaitu hitam dan emas. Produk sepeda ini memiliki kualitas tinggi seperti yang John inginkan.

Dikisahkan pula istri John, yang bernama Ellen suatu ketika melihat sinar matahari yang mengkilap di sebuah cermin. Akhirnya, John pun memutuskan memberi nama sepeda buatannya menjadi Sunbeam yang artinya sinar matahari yang mengkilap. Nama Sunbeam terdaftar pada 1888, John pun sangat senang dengan sepeda ini. Alhasil, John pun memutuskan untuk memproduksi sepeda Sunbeam ini, dan menggandeng William Newill sebagai mitra usahanya.

Sepeda Sunbeam pertama kali dipamerkan di Stanley Show, London selama Februari 1889. Sebanyak 13 sepeda dan sepeda roda tiga (tricycles) yang dipajang di stand perusahaan, termasuk sepeda roda tiga untuk wanita dan sepeda keselamatan (safety bicycle). Selain itu, juga dipatenkan oleh Sunbeam, yaitu sebuah engkol braket (crank bracket) eksentrik untuk disesuaikan dengan rantai sepeda.

Pada pameran lain yang akan segera menjadi fitur yang menonjol dari semua mesin Sunbeam adalah ketika seorang bernama J. Harrison Carter menemukan minyak pelumas untuk rantai yang tertutup ketat sebagai penutup gigi. Casing penutup ini berguna untuk meneteskan minyak pelumas rantai untuk mengurangi keausan, tetap bersih dan perbaikan transmisi listrik. Hal ini diadopsi oleh Sunbeam di tahun 1897, selanjutnya menjadi dikenal keseluruh dunia sebagai ‘The Little Oil Bath’.

Pada Mei 1889, perusahaan Sunbeam membuka showroom di London, dan depot di 38 Viaduct Holborn. Kemudian Sunbeam pindah ke tempat yang lebih besar yaitu di 51 Holborn Viaduct. Sunbeam merekrut seorang pembalap sepeda terkenal bernama William Travers, sebagai Agen Sunbeam di London. Disamping itu, pembalap sepeda terkenal ini ditunjuk sebagai konsultan dalam desain sepeda Sunbeam dimasa depan. Seorang pembalap sepeda lain dengan nama A. Gilbert, ditunjuk menjadi mandor toko untuk menyelesaikan toko sepeda Sunbeam.

Berikut ini adalah deskripsi singkat dari “Sepeda & Sepeda Roda Tiga di Tahun 1889″ oleh Harry Hewitt Griffin :
“The Sunbeam Dwarf Safety Roadster. John Marston, Paul Street Works, Wolverhampton.

John Marston mematenkan penyesuaian rantai eksentrik Sunbeam yang merupakan fitur terkemuka dari kelompok mesin Sunbeam. Fitur ini mengambil bentuk braket poros, batang atas yang dipatri ke kaki pilar pengaman.

Sunbeam memperkenalkan sepeda Sunbeam Dwarf Safety Semi-Racer. Garis kerangka Sunbeam Safety semi-racer ini sangat mirip dengan sepeda Demon Racer. Harga sepeda ini £ 18.10s . Sunbeam pun memperkenalkan sepeda roda tiga untuk wanita. Sebuah sepeda yang ringan dan cantik dengan harga £ 24. Ada juga Sunbeam roda tiga yang kuat dengan harga yang sama untuk pria.
Di tahun 1890, Sunbeam memamerkan beberapa sepeda model baru yang menarik di Stanley Show. Sepeda balap ringan beratnya hanya £ 16, dan Light Roadster seberat £ 29. Pada 1893, Sunbeam meluncurkan gear Sunbeam-Carter setelah memperoleh lisensi manufaktur dari Harrison Carter.

Di tahun 1895, bisnis didirikan berdasarkan Companies Act sebagai John Marston Limited. Pada tahun berikutnya ada tiga depot dibuka. Satu di 157 Sloane Street, London, yang kedua di 168 Deansgate, Manchester, dan yang ketiga di 37 George Street, Edinburgh. Pada 1896 merupakan era untuk melihat dan pengenalan berbagai model baru sepeda. Satu-satunya yang selamat dari tahun sebelumnya adalah sepeda Sunbeam VR831 Ladies, yang sekarang disebut 853.
Di tahun 1896, The Royal Sunbeam diperkenalkan dengan beberapa warna yaitu hitam, zaitun hijau, ceri gelap atau gelap biru tua. Katalog Sunbeam 1896 ada empat model sepeda wanita, yaitu 853, 854, 856 dan sepeda wanita Touring Sunbeam. Di tahun 1896, John Marston mematenkan metode pengisian dan pengosongan gear tanpa menumpahkan minyak.

Depot kedua, di Sloane Street, dibuka pada tahun 1897, dan tube turun pada sepeda 853 & 854 digantikan oleh tube melengkung yang dikenal sebagai frame sepeda loop, yang tetap populer selama bertahun-tahun. Kursi pilar baru dipasang ke Royal Sunbeam yang memungkinkan pengendara lebih nyaman. Selama tahun 1897, gear sepeda Sunbeam diiklankan sebagai ‘The Little Oil Bath’ dan label paten Carter ditempatkan pada bagian dalam case gear ini.
Penjualan Sunbeam meroket pada 1898, sehingga ada kebutuhan mendesak untuk melakukan ekspansi, khususnya dalam pembuatan komponen seperti pedal.

The Scorching Sunbeam muncul pada 1899. Sepeda ini tanpa rem, mudguards, atau gear khusus. Pengenalan penting di tahun 1900 adalah jenis freewheel dengan bantalan (bearings) yang terus dilumasi oleh minyak menetes dari case gear dan percikan naik dari rantai. Pengenalan freewheel ini berarti bahwa pengereman lebih efektif diperlukan, jadi dua rem diperkenalkan, batang dioperasikan rim depan dan pedal dioperasikan (mengayuh balik).

Di tahun 1901 diperlihatkan tampilan Trailer Sepeda yang dipatenkan Oleh J. Marston & J. Herbert. Pada 1902 “Featherwieght, Ladies Sunbeam” (desain HRH) adalah sepeda pertama Sunbeam yang dilengkapi dengan roman rims sebagai standar sepeda. Standar ini ditemukan oleh Dr. R.I. Roman dari perusahaan Cycle Roman & Co, Lombard Street, London pada 1897, dan bersama veleg terbuat dari paduan aluminium yang disebut romanium.

Penjualan sepeda Sunbeam terus meningkat pada 1903, lebih dari 1000 unit sepeda Royal Sunbeam terjual. Salah satu pembelinya adalah orang bernama Sir Edward Elgar yang membeli dua sepeda Royal Sunbeam dengan frame setinggi 28 inch. Di tahun yang sama diperkenalkan dua kecepatan gigi epicyclic, yang dipasang dalam rantai roda depan dan sepenuhnya tertutup dan dilumasi dalam gear khusus. Piranti ini dioperasikan oleh tuas jempol untuk memberikan 25 persen peningkatan di atas kecepatan normal, kemudian meningkat menjadi 30 persen. Ini menjadi gigi epicyclic terbaik untuk diproduksi dan jauh lebih baik ketimbang gigi setara yang dipasang oleh pesaing Sunbeam.

Satu-satunya kelemahan yang disebabkan oleh fitting ‘The Little Oil Bath ‘ adalah kesulitan mengeluarkan inner tube di roda belakang. Tusukan bisa sering terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, Sunbeam memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan sistem removal ban dari profesor Sharps. Sistem baru ini digunakan pada sepeda Sunbeam buatan 1905.

Harga sepeda Sunbeam beberapa kali lebih mahal daripada beberapa sepeda kompetitornya. Guna penjualan yang aman, di tahun 1907 Sunbeam meluncurkan model Golden Sunbeam seharga £ 17 dan £ 25. Golden Sunbeam ini terkenal karena terdapat lapisan emas asli. Pun, selama 1907 Sunbeam memperoleh paten untuk sistem retensi minyak yang lebih baik untuk ‘Little Oil Bath’ dan tiga hub kecepatan yang diperkenalkan oleh William Newill.

Pada 1908 melihat peluncuran kampanye penjualan yang ditujukan untuk dealer. Sebuah buklet halaman 72 dikeluarkan untuk semua agen, yang disebut “Bantuan untuk menjual Siklus Sunbeam”. Ditekankan bahwa Sunbeams merupakan sepeda yang top di akhir pasar. Di tahun yang sama, sepeda model murah yaitu Special Sunbeam diperkenalkan. Sepeda ini tak dilengkapi case gear, tapi menggunakan d Villiers dengan dua kecepatan gigi hub.

Pada 1909, peleg aluminium roman dipasang untuk semua model Sunbeam dan All Black Sunbeam yang diperkenalkan pada musim gugur. Tahun berikutnya, semua model sepeda Sunbeam dilengkapi dengan case gear tanpa offside rantai tetap, yang diganti dengan replaced yang disolder ke bagian dalam case gear. Di tahun yang sama sepeda model Special Sunbeam dihentikan produksinya.

Ketika pecah perang dunia pertama, Sunbeam dan produsen sepeda lainnya diperintah oleh pemerintah kerajaan Inggris untuk membuat sepeda khusus militer. Sunbeam pun membuat sepeda Sunbeam Militer dalam jumlah besar yang dijual ke pemerintah Perancis. Namun dijual dalam jumlah yang lebih kecil di Inggris. Sunbeam standar militer tidak memiliki minyak pelumas rantai, warna cat sepeda hijau dan dilengkapi dengan bagasi pembawa yang ada di depan. Ekstra senapan laras panjang.

Setelah kematian John Marston di tahun 1918, perusahaan Sunbeam ini diakuisisi oleh produsen senjata yang bergabung menjadi Nobel Industries Ltd. Produksi Sepeda dilanjutkan sebanyak produk sebelumnya dengan model sama dan standar yang tinggi. Di tahun 1921 Golden Sunbeam dijual seharga £ 23 dan Royal Sunbeam dijual dengan harga £ 21. Sepeda Special Sunbeam Light Roadster diperkenalkan pada 1923 yang dijual dengan harga £ 19.18s.

Juga versi stang tetap dengan ibu jari tuas rem yang tersedia untuk £ 17.17s dan versi setir gratis dengan dua rim rem, biaya £ 18.18s. Selama beberapa tahun ke depan ada penurunan harga terlihat pada 1926 sepeda New Low – built Sunbeam diperkenalkan dengan roda 26 inci dan braket 11 inch. Pada tahun yang sama melihat pengenalan kopling turun dari Sunbeam.

Banyak perubahan terjadi pada akhir 1927 ketika Nobel Industries bergabung dengan beberapa perusahaan kimia lainnya untuk membentuk Imperial Chemical Industries. Produksi sepeda dilanjutkan di Wolverhampton tetapi mengalami kesulitan untuk menjual sepeda-sepeda berkualitas mahal dalam menghadapi persaingan ketat dari produsen sepeda lainnya.

Tahun 1928 ada banyak klub bersepeda antusias terhadap sepeda Sunbeam. Produsen Sunbeam pun memperkenalkan sepeda model RR Sporting Sunbeam. Pada 1930 Royal Sunbeam dijual seharga 12 guinea dan Golden Sunbeam dijual seharga 16 guinea. Penurunan harga pada tahun berikutnya membawa harga Royal Sunbeam turun ke 10 guinea.

Di tahun 1935 ICI memutuskan untuk menutup produksi sepeda dan fokus pada bisnis sepeda motor. Pada 1937, sepeda dan bisnis sepeda motor Sunbeam dibeli oleh Associated motorcycles dan memindahkan pabriknya di Plumstead, London Utara. Beruntung bagi tenaga kerja ICI yang tetap dipertahankan bekerja dan berkonsentrasi pada produksi radiator mobil. Demikianlah sejarah sepeda Sunbeam yang fenomenal itu. Harganya yang terbilang mahal membuat Sunbeam kalah bersaing dengan sepeda merek lainnya. Namun sejarah mencatat bila sepeda Sunbeam adalah The Special One dari Inggris. (OLdbike In History, Sumber : historywebsite.co.uk. Foto koleksi : oldbike.eu, pada foto tampak sepeda model The New Low – Built Golden Sunbeam buatan 1926)

Sumber : FB Oldbike in History

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Presiden Soekarno & Ibu Negara, Fatmawati naik onthel di India thn 1950

soekarno-26

Di tahun 1950, presiden Soekarno mendapat undangan dari presiden India Rajendra Prasad untuk berkunjung ke India guna merayakan perayaan kemerdekaan bangsa India dari penjajahan Inggris. Turut serta dalam rombongan presiden republik Indonesia itu adalah Ibu Negara, Fatmawati. Rombongan ini bertolak dari Indonesia pada 23 Januari 1950. Setiba di India rombongan disambut Presiden Rajendra Prasad yang ketika itu berusia 70 tahun.

Setelah beberapa hari tinggal dan dijamu di istana kepresidenan, Bung Karno dan rombongan diundang perdana menteri India yang bernama Jawaharlal Nehru, dan diminta bermalam di rumahnya yang begitu besar dan indah. Fatma sangat mengagumi rumah Nehru yang berkonsep tradisional swadesi. Semua perabot dan perlatan rumah sang perdana menteri yang asli buatan bangsa India sendiri.

Dalam waktu singkat, Fatma sudah sangat akrab dengan Nehru. Ketika itu, usia Fatma baru 28 tahun. Nehru menyayangi Fatma bagaikan anaknya sendiri. Setiap jalan beriringan, Nehru selalu menggandeng tangan Fatma.

Nah, tibalah acara rekreasi. Salah satu objek yang wajib dikunjungi ketika kita ke India tentunya Taj Mahal. Sebuah musoleum yang begitu megah nan indah. Bangunan kuno ini terletak di Agra, Uttar Pradesh. Bangunan berarsitektur Islam India itu dibuat oleh Raja Mongol Shah Jehan pada 1627 – 1666, sebagai hadiah untuk permaisuri sang raja yang cantik jelita. Permaisuri yang ayu ini meninggal dunia pada 1631.

Iring-iringan mobil rombongan petinggi negara ini pun beranjak menuju Agra. Namun ketika dalam perjalanan ban mobil yang dinaiki Bung Karno dan Bu Fatma kempes. Alhasil, mobil yang digunakan presiden Indonesia pertama ini pun berhenti. Bung Karno pun mengajak Bu Fatma keluar dari mobil.

Selagi sopir, pengawal, ajudan sibuk mengganti roda ban mobil, Bung Karno menghampiri seorang warga India yang bersama masyarakat lain menyaksikannya di pinggir jalan. Entah apa yang disampaikan Bung Karno, yang pasti sebentar kemudian warga India itu menyerahkan stang sepeda kepada Bung Karno. “Ayo Fat,” ajak Bung Karno.

Bu Fatma kaget diajak sang suami naik sepeda. Sambil melangkah ragu mendekati Bung Karno, Bu Fatma berkata “Apakah kita akan melanjutkan perjalanan dengan sepeda. Masih jauhkah untuk sampai di Taj Mahal. Apa reaksi para petugas protokol kenegaraan India nantinya.Tamu negara kok boncengan sepeda,”
Belum semua pertanyaan itu terjawab, ketika Bu Fatma menempelkan pantatnya diboncengan sepeda. “Sudah siap, ayo kita bersepeda,” kata Bung Karno sambil mulai mengayuh sepeda, memboncengkan Fatmawati, menyusuri jalan menuju Taj Mahal di Uttar Pradesh.

Penasaran apa yang terjadi selanjutnya? Yaaa tentu saja selesai petugas mengganti roda, mobil segera menyusul Bung Karno, dan memohon agar presiden Indonesia itu naik mobil kenegaraan kembali. Bagaimana sepedanya? Yaa langsung dikembalikan ke tangan pemiliknya dengan satu catatan sejarah, “Sepeda ini pernah dinaiki Presiden Republik Indonesia, Sukarno dan istrinya, Fatmawati ” (Oldbike In History, Sumber : wisbenbae. Foto koleksi kitlv, pada foto Bung Karno dan Bu Fatmawati berboncengan naik sepeda di Agra, Uttar Pradesh, India 1950)

Sumber : FB Oldbike In History

Dipublikasi di Tak Berkategori | 2 Komentar

Fongers BB 60 Crossframe: Asli Atau Aspal

Fonger BB 60

Tampilan sepeda Fongers BB 60 Crossframe ini memang apik namun apakah sepeda ini asli atau palsu. Nah, seorang pakar sepeda tua asal Belanda bernama Andre Koopmans mengatakan bahwa sepeda Fongers Crossframe (kruisframe) BB 60 ini sangat aneh. Andre mengatakan bahwa ketika Fongers BB 60 Crossframe ini dibuat, pabrik Fongers tidak lagi memproduksi sepeda Crossframe. Frame BB 60 ini memang frame Fongers namun ditambah atau dijadikan rangka silang yang lebih baru. Selain itu, frame silangnya berbeda dengan gambar Fongers crossframe yang ada di katalog Fongers tua. Andre pun mengatakan frame sepeda silang ini tampak bukan seperti buatan sendiri. “Saya tidak tahu apa ini, sangat aneh”, jelas Andre.

Menurut Andre, sepeda Fongers Crossframe terakhir diproduksi di tahun 1906 atau 1907. Pada katalog Fongers tua 1908, frame silang ini sudah hilang. Begitu juga pada katalog Fongers berikutnya, rangka silang ini sudah tak muncul lagi. Yang tersisa adalah sepeda-sepeda Fongers jenis transport untuk membawa barang. “ Jadi sepeda Fongers Crossframe BB 60 ini adalah buatan sendiri yang dilakukan oleh orang profesional, sehingga tidak terlihat seperti buatan disebuah gudang atau bengkel belakang rumah. Sepeda crossframe ini misterius”, jelas Andre.

Bingung juga nih pakar sepeda asal Belanda ini. Tapi bila kita mau menengok sejarah pemalsuan sepeda di Indonesia semestinya tak perlu bingung lagi. Pasalnya pemalsuan sepeda tua sudah ada sejak dari dulu hingga sekarang. Pelakunya pun orang-orang yang profesional dan tahu tentang sepeda onthel dari spesifikasi hingga model desainnya. Hati-hatilah bila membeli sepeda tua yang bentuknya aneh, apalagi dengan merek terkenal, sedang negara asal sepeda itu tak memproduksinya.(Oldbike In History, Foto koleksi : flickr.com)

Sumber : FB Oldbike In History

Dipublikasi di Tak Berkategori | 2 Komentar