Fongers, Katanya Bukan Sepeda Biasa

 

381975_483367528368930_1809786916_n

 

Fongers merupakan salah satu sepeda asal Belanda yang banyak diburu orang Indonesia saat ini. Maklum sepeda asal Groningen, Belanda ini sudah masuk kategori barang langka bernilai mahal. Menurut seorang pakar sepeda, Fongers konon tak hanya sekedar sepeda, namun sepeda ini merupakan lambang status dan sistem. Disebutkan dalam iklan sepeda Fongers, bila sepeda buatan Belanda ini bukan sekedar Fiets, namun lebih ke Rijwiel. Sebenarnya kata Fiets maupun Rijwiel dalam bahasa Belanda itu identik dengan sepeda. Namun dalam penggunaannya, Fiets dan Rijweil berkaitan dengan konsep yang dibedakan. Kata Fiets lebih condong ke situasional sehari-hari, sedangkan Rijwiel adalah sesuatu yang dikaitkan dengan persepsi khusus yaitu istimewa, kelas tersendiri, aristokrat dan mewah.

Tak sampai disitu, Fongers adalah sepeda kelas tersendiri yang berbeda dengan merek lain. Pun, Fongers adalah sepeda yang jelas asal-usulnya. Pasalnya, sepeda ini tak sekedar diproduksi, tapi juga dicatat dan didata dengan baik dan terstruktur dengan rapi. Fongers di negeri asalnya, tak hanya sekedar barang yang berwujud sepeda, namun Fongers sudah merupakan pribadi dan sistem yang membuat sepeda menjadi produk yang berwibawa. Bila orang-orang Indonesia dulunya menggemari sepeda Fongers ini memang tak lepas dari persepsi orang Indonesia kala itu. Yang memandang sesuatu tak hanya memiliki nilai fungsi saja, biasanya juga dikaitkan dengan nilai gengsi. Apalagi di zaman kolonial Belanda, masyarakat dibagi dalam beberapa strata(kelas), yaitu kelas satu yang punya hak istimewa, terdiri dari orang-orang Eropa. Lalu ada bangsa timur seperti Cina dan Arab. Baru kelas paling bawah yaitu orang pribumi (inlander).

Jenis sepeda Fongers yang diproduksi beragam. Ada tipe BB, BD, CCG, BDG, HF, HZ, H, dan lainnya. Namun yang menjadi buruan orang Indonesia adalah tipe Fongers BB. Terlebih lagi Fongers BB yang diproduksi sebelum perang dunia kedua (WW 2) meletus. Ciri khas sepeda Fongers ini dapat dilihat dari bentuk spatbord dengan lekukan menonjol ke atas. Ciri inilah membuat sepeda ini gampang untuk dikenali. Tak hanya itu, gir depan yang tampilan seperti obat nyamuk dan sistem rem klasik model kawat atau botol yang unik juga menjadi identitas tersendiri. Pun, desain setang yang unik dengan klem (ballhoff) pada batang setang dan adanya sistem pengunci setang yang membuat sepeda ini tampil beda.

Pada awalnya pabrikan Fongers dalam memproduksi sepeda membaginya dalam kategori kualitas yang dikenal dengan istilah SOORT ( sortiran ) A , B , C, D , dan E. Hal ini tentunya berkaitan dengan harga jual sepeda yang ditawarkan ke konsumen. Tipe sepeda Fongers dengan harga termahal adalah Fongers kategori soort A yaitu tipe BB untuk heren (sepeda pria) , dan BD bagi dames (sepeda perempuan), serta seterusnya berdasar urutan abjad yang ada . Pembagian kategori ini terus digunakan oleh pabrikan Fongers hingga tahun 1940-an .

Kalau bicara sepeda Fongers , tentunya tak lepas dari pabrik sepeda Fongers itu sendiri. Pabrik Fongers didirikan oleh Albert Fongers pada tahun 1880. Awalnya Fongers merupakan industri rumahan yang membuat sepeda yang sebelumnya disebut dengan A. Fongers. Setelah dirasa akan berkembang akhirnya dijadikan sebuah produksi skala massal melalui pembentukan badan usaha formal pada tanggal 1 September 1896, yang disebut ‘NV De Groninger Rijwielenfabriek A. Fongers’.Di tahun 1920, Fongers telah menjelma menjadi pemimpin pasar sepeda di negeri Belanda, bahkan menggunguli pesaing beratnya seperti Gazelle, Burgers, Simplex , dan Batavus. Merek-merek sepeda ini merupakan pesaing yang berat dalam merebut pangsa pasar yang tidak seberapa besar. Belum lagi bersaing dengan sepeda-sepeda buatan Inggris, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.

Fongers dikenal sangat memperhatikan segi kualitas sepeda yang bagus. Pangsa pasar yang dibidik Fongers pun golongan menengah atas. Alhasil, meskipun sepeda Fongers keluaran tahun tua masih saja tampak bagus. Karena memang Fongers fokus pada kualitas sepeda dan terbaik dalam segala hal. Di Indonesia waktu dahulu, hanya segelintir orang kaya yang bisa membeli Fongers tipe BB ini. Ada juga Fongers BB ini dibagikan kepada kalangan tertentu oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai hadiah. Biasanya kalangan elit pribumi yang dianggap berjasa pada Belanda. Jadi tepatlah jika sepeda Fongers itu bukan sepeda biasa. (Oldbike in History, diolah dari berbagai sumber. Foto koleksi : koleksi filckr.com, tampak sepeda Fongers BB 65 buatan 1934).

Sumber : FB Oldbike in History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Fongers, Katanya Bukan Sepeda Biasa

  1. ambinsahabat berkata:

    Selawas ada facebook, sangat jarang orang sekarang menulis di blog. Kalau pun ada, sebulan sekali hanyar talihati atau menulis di blog. Teruslah dan tetap ngonthel dan menulis. Silakan berkunjung ke ambinsahabat.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s