HIMA, Dari Amsterdam Menuju Bandung

Hima

Seorang sejarawan asal Belanda bernama Corresp A di tahun 1934 menulis tentang kepindahan pabrik sepeda Hima (Hima Rijwielfabriek) dari Amsterdam ke Bandung, Hindia Belanda. Dalam sebuah wawancara dengan Mr Von Meyenfeldt, Direktur perusahaan SL Manson & Co, produsen sepeda Hima Bandung, menjelaskan bahwa kepindahan pabrik sepeda Hima ke Hindia Belanda adalah akibat dari semakin memburuknya kondisi pabrik Hima yang menuju kearah kebangkrutan. Hal ini terjadi karena semakin ketatnya persaingan industri sepeda di Belanda yang sebagian dipegang oleh raksasa industri sepeda semacam Gazelle, Batavus, Fongers, Burgers dan lainnya. Apalagi industri sepeda di Belanda juga diramaikan oleh pasaran sepeda dari bangsa Eropa lainnya.

Selain itu, biaya operasional pabrik sepeda Hima yang kian membengkak akibat adanya biaya tinggi yang menindas industri kecil. “Sulit bagi kami untuk mempertahankan pabrik Hima tetap beroperasi di Belanda akibat persaingan yang sangat keras dan biaya tinggi termasuk upah buruh yang tinggi sehingga kami memutuskan untuk beroperasi di Hindia Belanda,” jelas Mr Von Meyenfeldt.

Konon, pada 1930-an upah buruh di negeri Belanda sangatlah tinggi. Tingginya upah buruh ini banyak berpengaruh bagi industri-industri di Belanda, terlebih lagi di kalangan industri kecil. Hima pun terkena imbas upah buruh yang melonjak tinggi ini. “ Dalam keadaan tersebut Hima harus memproduksi sepeda yang cukup banyak untuk diekspor ke Hindia Belanda. Hima pun harus memberi upah para pekerja dengan biaya yang cukup banyak sehingga sangat menguras keuangan perusahaan Hima. Bagaimana Hima harus membuat sepeda sementara upah buruh dua kali lebih besar ketimbang bahan baku sepeda,” imbuh Mr Von Meyenfeldt.

Koran terbitan Belanda bernama Middelburgsche Courant, menulis tentang kepindahan pabrik Hima terjadi di tahun 1934 dan para direksi pabrik Hima memilih Bandung sebagai tempat untuk mendirikan pabrik Hima yang baru. Diharapkan dengan kepindahan pabrik Hima ini akan lebih berkembang, mengingat pada dekade 1930-an industi metal (metalurgi) di Hindia Belanda sangat berkembang dengan semakin banyaknya produk metal yang diekspor ke beberapa negara Eropa dan Amerika.

Hima (De Hollandsche Industrie Maatscapai) di Bandung mempunyai tugas agar biaya operasional pabrik Hima lebih murah dibanding di Amsterdam, Belanda. Di wilayah Hindia Belanda ini tenaga-tenaga buruh masih jauh lebih murah sehingga biaya produksi pun akan jadi lebih hemat. Dalam melakukan bisnis sepeda di Hindia Belanda, Hima pun menggandeng sekolah-sekolah teknik di Bandung. Para lulusan teknik ini direkrut oleh Hima untuk menjadi buruh pabrik sepeda asal Belanda itu dengan upah yang rendah. Mr Von Meyenfeldt, mengatakan bahwa di Hindia Belanda banyak sekali tenaga kerja yang mau membantu atau bersedia menjadi karyawan pabrik Hima meskipun dengan upah yang terbilang rendah. Meskipun para karyawan ini mendapat upah rendah, mereka merasa terbantu untuk meningkatkan penghasilan maupun kemampuan belajar teknik setelah mereka lulus dari sekolah. “Mereka menyambut baik dengan berdirinya pabrik sepeda Hima di Bandung ini, sehingga para lulusan teknik dapat berpraktek menerapkan ilmunya di Hima,” imbuh Mr Von Meyenfeldt.

Pendirian pabrik Hima di Bandung itu mendapat perhatian dari pemerintah Hindia Belanda yang cukup besar. Pemerintah Hindia Belanda telah banyak bersimpati dan berkomitmen mendukung industri sepeda Hima ini. Alhasil, Hima pun memberikan kesempatan bagi siswa sekolah-sekolah teknik atau industri untuk bekerja di pabrik Hima, sehingga akhirnya Hima memiliki tenaga-tenaga profesional dari orang-orang pribumi selain teknisi dari orang-orang Belanda sendiri yang biasanya menempati posisi sebagai pengawas atau manager teknik pabrik Hima.

Dalam perkembanganya industri sepeda Hima di Bandung mengalami kemajuan pesat. Guna merambah pangsa pasar yang lebih luas dan bisnis yang lebih besar akhirnya perusahaan SL Manson & Co memindahkan pabrik sepeda Hima ini ke Surabaya. Lokasi pabrik Hima di Surabaya ini tepatnya ada di kawasan Rungkut. Konon, SL Manson & Co ini juga mendirikan pabrik sepeda merek Janco di Bandung dan merek Marten di Malang. Setelah cukup lama beroperasi di Surabaya, akhirnya pada 1975 Hima menutup pabrik sepedanya di Surabaya. (Oldbike in History, diolah dari beragam sumber. Pada foto sepeda merek HIMA).

Sumber FB : Oldbike in History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s