Cikal bakal rantai, Club sepeda & balapan sepeda

484731_524991737539842_1136201113_n

Setelah digunakannya rantai dan gir pada sepeda membuat kereta angin ini menjadi alat transportasi umum yang banyak digunakan masyarakat zaman dahulu.. Gir dan rantai sepeda ini diperkenalkan pertama kalinya oleh orang Inggris bernama J.K. Starley pada 1885, sehingga sepeda menjadi alat transportasi wajib. Pasalnya, selain mudah dan praktis, sepeda tak memerlukan bahan bakar. Sejak saat itu banyak bermunculan pembuatan model atau desain sepeda baru.

Hal ini tentunya memicu lahirnya kompetisi lomba balap sepeda. Namun saat itu, kompetisi balap sepeda hanya ada di Inggris, Belanda, Prancis, dan negara-negara industri Eropa lainya yang notabene adalah negara cikal-bakalnya sepeda. Kolonialisasi yang dijalankan bangsa Eropa ke berbagai penjuru dunia (termasuk Indonesia) turut menyebarkan tren sepeda ke seluruh dunia. Sepeda kemudian menjadi sangat terkenal diberbagai bangsa, khususnya bangsa jajahan Eropa yang belum terlalu mengenal sepeda. Biasanya masyarakat terjajah ini menggunakan gerobak atau kereta kuda sebagai sarana transportasinya.

Salah satu negara jajahan yang mempunyai tren bersepeda yang cukup tinggi adalah Hindia Belanda (Indonesia). Hal ini dipengaruhi oleh penjajahan Inggris dan Belanda yang cukup lama. Awalnya komunitas atau klus sepeda didominasi oleh orang-orang Belanda atau orang Eropa lainnya. Dalam catatan sejarah ada club sepeda bernama De fietsclub van G.S. Vrijburg asal Bandung yang anggotanya sebagaian besar anak-anak muda keluarga Belanda.

Barulah setelah Indonesia merdeka, sepeda mulai bisa dimiliki oleh orang biasa karena adanya eksport sepeda besar-besaran dari Inggris dan Belanda. Hal ini kemudian memacu munculnya komunitas-komunitas sepeda dan kompetisi balap sepeda di kalangan pribumi. Balap sepeda kemudian menjadi tren yang mumpuni di kalangan rakyat Indonesia. Saat itu, Semarang dan Bandung menjadi pusat tren komunitas atau club sepeda di Indonesia.

Ada dua orang arsitek asal Belanda bernama Ooiman dan Van Leuwen membuat velodrom atau tempat khusus untuk balap sepeda di Semarang. Perkembangan balap sepeda di Indoensia makin maju setelah banyak perusahaan-perusahaan Asing dan semi Indo yang mau membiayai even-even balap sepeda. Bahkan saat itu sudah lazim pembalap sepeda dibiayai oleh perusahaan-perusahaan seperti Tropical, Triumph, Hima, Mansonia, dan perusahaan-perusahaan ekspatriat lainya.

Walaupun saat masa penjajahan Jepang kegiatan yang berhubungan dengan sepeda sempat terhenti, namun pasca kemerdekaan, Sepeda ngetren kembali. Bahkan tahun 1948, sudah ada klub sepeda asal bandung bernama Super Jet yang kemudian berubah nama menjadi sangkuriang. Hal ini kemudian banyak menginspirasi daerah-daerah lain untuk mendirikan klub sepeda, diantaranya Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Jakarta, dan kota lainnya.

Harian Pelita Rakjat terbitan 1948 menulis tentang balapan sepeda di daerah Gresik, Jawa Timur dan hebatnya lagi sepeda untuk lomba balap itu bukan sepeda balap (race fietsen), tapi sepeda onthel. Balapan sepeda onthel ini menempuh jarak 15 kilometer jalan yang ada di kota Gresik.

Perkembangan balap sepeda ini kemudian makin gemilang setelah bandung berhasil membuat even balap sepeda bertaraf Internasional, yaitu Tour de Java 1 pada tahun 1958, Asal tahu saja, even ini adalah even lomba balap sepeda pertama di Asia, jadi bisa dibilang, Indonesia adalah pelopor lomba balap sepeda di Asia. Dalam lomba itu, menempuh rute bandung-Surabaya-Bandung dengan total jarak tempuh hampir 2000 km dan terbagi dalam 18 etape. Sejak saat itu, balap sepeda di Indonesia makin dikenal. Namun sayang, prestasi Indonesia di ajang balap sepeda masih tumpul, meskipun Indonesia merupakan pelopor balap sepeda di kawasan Asia. (Oldbike In History, diolah dariberbagai sumber. Foto koleksi : kitlv, pada foto tampak klub sepeda G.S. Vrijburg asal Bandung 1917).

Sumberr : FB Oldbike in History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cikal bakal rantai, Club sepeda & balapan sepeda

  1. Ping balik: Old Story | KOBA GORONTALO

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s