Anak Moeda Soeka Humber

Humber

Ini cerita tentang kesukaan anak moeda kepada sepeda onthel bernama Humber di zaman revolusi Indonesia 1947-1949. Konon kala itu sepeda onthel merupakan sarana transportasi andalan masyarakat Indonesia. Beragam merek sepeda onthel ada di jalan-jalan baik di perkotaan maupun di desa-desa. Namun ada satu merek sepeda onthel yang paling disoeka kalangan kaoem moeda adalah sepeda onthel merek Humber buatan Inggris (England). Koran Pelita Rakjat terbitan 1947 pernah menulis tentang sepeda paling disoeka kaoem moeda yaitu Humber. Biasanya Humber yang disuka adalah sepeda dengan cat berwarna hitam maupun hijau. Selain itu, sepeda Humber ini dilengkapi dengan pengatur kecepatan perseneleng sturmy Acher baik untuk jenis heren maupun dames. Namun yang paling disuka kawula moeda kala itu adalah Humber berwarna hijau. Koran Pelita Rakjat pun menulis tentang tingginya pencurian sepeda onthel, dan Humber merupakan sepeda yang paling diincar para pencuri.

Tak hanya itu, sepeda Humber di Indonesia kala itu biasanya dipunyai oleh orang Indo Eropa, Tiongkok, dan priyayi pribumi. Bila ditelusuri sejarah keberadaan sepeda Humber di Indonesia memang benar bila sepeda Humber banyak dimiliki oleh kaum elit pribumi. Umumnya sepeda onthel Humber dimiliki para pegawai pemerintahan semacam Wedana, Mantri Polisi, Mantri Guru, dan Mandor Pabrik. Mereka menganggap dengan memiliki onthel Humber sebagai lambang keningratan.

Hal ini tak lepas dari asal sepeda Humber. Di Inggris sejak lama sepeda onthel Humber digemari oleh kalangan keluarga kerajaan Inggris (The Royal Kingdom). Sebut saja King Edward VII memakai sepeda Humber, begitu pula King George V, Prince from Connaught, Princes Louise, Prince Cornwall and York, The Duchess of Fife, Princes Maud dan Victoria Wales. Keluarga kerajaan Inggris ini selalu kompak untuk mengendarai sepeda yang terkenal di dunia itu. Ciri khusus sepeda Humber ini dapat dilihat dari tampilan garpu yang disebut Duplex. Bentuk garpu ini tampil berani beda, di mana pipa garpu masing-masing terdiri dari dua tabung terpisah. Sementara gir depannya bercorak atau berbentuk lima orang yang bergandengan tangan. Alhasil, sang desainer sepeda ini yaitu Thomas Humber memberikan julukan sepeda Humber sebagai sepeda kaum ningrat (The Aristocrat of Bicycles).

Sepeda yang diproduksi sejak 1880 ini memiliki banyak tipe atau seri. Sebut saja seri BZ yang paling banyak digemari orang dulu khususnya sepeda jenis dames. Seri lain yang juga disukai orang adalah seri FA. Seri ini merupakan produk lebih muda yang rata-rata kondisinya hingga kini tampil lebih mulus. Pada seri-seri tua, seperti seri AD dan AF (tourist) banyak diburu orang karena desainnya yang spesial, antara lain ada tuas (gondel) untuk mengunci stang agar tidak berbelok.

Sepeda Humber ini memang sangat nyaman dikendarai. Pada gigi normal, selain ringan dikayuh, bawaannya juga mantap dan stabil. Apalagi pada posisi gigi (belakang) besar, kayuhan menjadi sangat ringan sehingga memungkinkan untuk dikayuh pada jalan tanjakan. Sedangkan gigi kecilnya akan membuat sepeda ini mampu melesat sangat cepat di jalan datar dan menurun. Semua itu dimungkinkan oleh adanya persneling Sturmey Archer buatan England yang ikut mencirikan sepeda buatan Raleigh industry sebagai salah satu sepeda mewah yang terus dikenang hingga sekarang. Memiliki sepeda prestisius yang bila dionthel berbunyi cik, cik, cik… merupakan salah satu impian orang Indonesia kala itu. (Oldbike in History, diolah dari berbagai sumber, foto koleksi : Dienst voor. pada foto tampak anak moeda sedang mejeng dengan sepeda Humber 1947 )

Sumber : FB Oldbike in History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s