Bandoeng Laoetan Onthel Itu Bukan Cerita Bohong

BLO

Pada masa yang lampau Bandoeng Laoetan Onthel itu sebenarnya ada dan bukan cerita bohong. Pada dekade 1920-an hingga 1940-an, jalan-jalan di kota Bandung masih didominasi sepeda onthel. Foto lama (Old Photograph) di bawah ini jadi buktinya. Foto suasana Jalan Braga (Bogerijen) ini dibuat sekitar tahun 1940. Tampak masyarakat kota Bandung banyak menggunakan sepeda onthel sebagai alat transportasi.

Menurut catatan sejarah, awalnya Jalan Braga merupakan jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan Jalan Culik karena cukup rawan, juga dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900-an. Jalan Braga menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu seperti toko Onderling Belang. Kemudian pada dasawarsa 1920-1930-an, muncul toko-toko dan butik (boutique) pakaian yang mengambil model kota Paris, yang saat itu merupakan kiblat model pakaian di dunia. Selain itu, juga dibangunnya gedung Societeit Concordia yang digunakan untuk pertemuan para warga Bandung khususnya kalangan tuan-tuan hartawan baik dari kaum elit Eropa maupun elit pribumi.

Tak hanya itu, dibangun pula hotel Savoy Homann, gedung perkantoran dan lainnya di beberapa blok sekitar jalan Braga, sehingga meningkatkan kemasyhuran dan keramaian jalan tersebut.
Menurut koran Tjahaja terbitan Bandung 1942, di kota Bandung telah terdapat 40.000 lebih sepeda onthel. Bisa dibayangkan, jalan-jalan di kota Bandung yang kala itu masih sepi kendraan bermotor dipadati puluhan ribu sepeda bagaikan Bandoeng Laoetan Onthel. Sangking banyaknya sepeda onthel yang berseliweran di jalan-jalan sehingga pemerintah mengadakan pendaftaran sepeda onthel untuk didata siapa saja pemiliknya. Pendataan sepeda onthel ini dilakukan untuk mengantisipasi pencurian sepeda onthel yang marak terjadi di kota Bandung.

Berikut cuplikan tentang pendaftaran sepeda :

PENDAFTARAN SEPEDA
Tentang pendaftaran sepeda diterima, chabar bahwa sampai sekarang banjaknja sepeda
Diini kota soedah sejoemlah 40.000 lebih. (Tjahaja 15 September 1942).

Demikianlah secuil sejarah sepeda onthel di kota Bandoeng tempo doeloe. Guna mengenang kembali Bandung sebagai kota sepeda, oleh komunitas sepeda onthel diadakan acara Bandoeng Laoetan Onthel. Acara ini bertujuan untuk menggalakan kembali sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan dan menyehatkan serta memperkuat silaturahmi para pencinta onthel di seluruh Indonesia, mengingat sepeda onthel merupakan warisan sejarah yang patut dilestarikan. Pertanyaannya? apakah tujuan acara Bandoeng Laoetan Onthel itu benar-benar dipahami dan diresapi oleh para pecinta sepeda tua atau hanya sekedar ajang pamer sepeda tua. Biar waktu yang menjawabnya. (Oldbike in History, Foto koleksi : Prentenkabinet Universitet Leiden, Belanda)

Sumber : FB Oldbike in History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s