Simplex, Tampil Beda dan Fenomenal

Simplex

Bicara soal sepeda Simplex seolah tidak pernah ada habisnya. Pasalnya merek sepeda pabrikan Amsterdam, Belanda ini memiliki varian-varian dengan desain yang unik dan excellent. Sedari Simplex Cycloide, Zweefiets, Kruisframe, Neo dan model lainnya. Nah, dari sekian model Simplex itu yang menjadi favorit adalah Simplex Cycloide.

Menurut pecinta sepeda tua, Simplex Cycloide merupakan salah satu produk sepeda terkenal yang relatif langka. Orang biasanya akan langsung mengira ciri khas Simplex Cycloide ini hanya dari bentuk stang yang memiliki konstruksi unik, yaitu tuas remnya tidak diklem dan dibautkan ke pipa stang, melainkan masuk ke dalamnya. Padahal sebenarnya ciri khas Simplex Cycloid itu tidak berdasar dari model stang yang unik itu. Namun dapat dilihat dari bentuk As tengah yang memakai laker (Cycloide Wielnaaf ) berdiameter 55 mm. Model leker ini sama persis dengan sistem As tengah piringan pedal yang juga menggunakan laker. Nah, hal Inilah yang menjadi Ciri Khas sepeda Simplex Cycloide.

Pabrikan Simplex membuat tiga ukuran tinggi Simplex Cycloide ini. Untuk sepeda heren yakni: 580 mm, 620 mm dan 680 mm. Sedang untuk sepeda dames, yaitu: 520 mm, 560 mm dan 600 mm. Sistem rem Simplex Cycloide di tahun 1920-an masih menggunakan rem karet. Ketika itu hanya ada dua sistem teknologi rem yang digunakan. Yaitu, rem karet yang saat digunakan mencengkeram peleg depan maupun belakang, dan rem tusuk pada ban depan.

Perbedaan sistem rem yang dipakai itu ternyata berpengaruh pada bentuk desain setang yang digunakan. Sepeda dengan rem karet didesain menggunakan setang deluxe yaitu setang dengan tuas rem berada di dalam setang yang selama ini dikenal sebagai setang cycloide elite. Sedangkan sepeda dengan rem tusuk memakai setang polos sebagaimana setang torpedo dengan tuas rem tusuk depan. Kedua tipe setang tersebut menjadi perlengkapan standar untuk Simplex Cyloide. Selain itu, ciri lainnya adalah sepeda dengan rem karet menggunakan peleg vernikkel, sedangkan sepeda rem tusuk memakai velg hitam dihiasi lis kuning emas.

Dalam perkembanganya sistem rem Simplex Cycloide menggunakan sistem rem tromol di tahun 1930. Model Tromol pada Simplex Cycloide buatan 1930 terbilang istimewa. Pasalnya, tutup tromol terbuat dari besi cor sehingga lebih kuat dan awet. Beda dengan tromol Simplex Cycloide keluaran 1938 ke atas yang tutupnya memakai model plaat besi yang dipress. Selain itu, Ciri khas tromol model tahun 1930 ini bentuk handel rem menyerupai clurit atau sering disebut rem tromol model bokong Semar.
Gir tengah sepeda Simplex Cycloide ini mengadopsi desain palang tiga yang di Indonesia dikenal dengan gir mercy. Dinamakan gir mercy karena seperti simbol merek mobil mewah asal Jerman yaitu Mercy. Gir serupa ternyata tidak spesial hanya untuk tipe Cycloide, tetapi juga diterapkan pada varian Simplex lainnya. Selain gir mercy ada pula Simplex Cycloide yang menggunakan model Williams model K dengan model lima paku keling.

Akhirnya perlu diketahui bahwa setang deluxe dengan model tuas rem masuk di dalam setang sesungguhnya adalah komponen sepeda yang bersifat universal pada semua varian sepeda Simplex. Jadi bukan hanya eksklusif untuk varian Simplex Cycloide saja. Namun di tahun 1930-an, model setang jlimet itu memang hanya diterapkan pada Simplex Cycloide Elite dan Simplex Priesterrijwiel. Sementara varian sepeda lainnya di tahun 1930-an, seperti Simplex Cycloide Kruisframe hanya menggunakan setang model biasa yang kita kenal sebagai setang Simplex Neo.

Menurut catatan sejarah, awalnya pabrik Simplek didirikan di Utrecht Stationdwasstraat, Belanda di tahun 1887 dengan nama Simplex Automatic Machine Company. Pendirinya orang Inggris bernama Charles Bingham. Di tahun 1890, Simplex mulai memproduksi sepedan secara lengkap dan utuh. Produksi sepeda Simplex di tahun 1896 mencapai 5000 unit sepeda setelah pabriknya pindah tempat di Overtoom, Amsterdam Belanda. Pada tahun inilah produsen Simplex mendapatkan status sebagai pabrik sepeda terbesar di Amsterdam. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sepeda Simplex yang memang ngerock dan fenomenal ini. (Oldbike in History, diolah dari beragam sumber. Foto koleksi : flicker.com, pada foto tampak Simplex Cycloide buatan 1921).

Sumber : FB Oldbike in History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s