Sepeda Onthel Palsu Sudah Ada Sejak Jaman Kolonial Belanda

64748_532296840142665_748053564_n

Sepeda onthel aspal (asli tapi palsu) tak hanya beredar saat ini saja. Apalagi ketika sepeda tua kian diburu oleh banyak orang yang membuat sepeda tua semakin langka. Tentunya sepeda onthel aspal ini didominasi oleh merek-merek sepeda terkenal semacam Gazelle, Fongers, Simplex, Raleigh dan lainnya. Nah, karena saking langkanya sepeda tua ini, membuat segelintir orang memanfaatkan situasi kelangkaan sepeda tua itu dengan membuat sepeda onthel palsu untuk dipasarkan. Sedari frame hingga suku cadang sepeda pun tak lepas dari pemalsuan ini.

Pemalsuan sepeda onthel ini ternyata sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Ketika itu sepeda onthel yang sering dipalsukan biasanya merek-merek terkenal. Maklum, sepeda onthel merek terkenal hanya mampu dibeli oleh kalangan atas yang berduit. Namun bagi kalangan masyarakat biasa sepeda onthel merek terkenal merupakan barang mewah yang tak terjangkau harganya. Melihat hal ini, membuat segelintir orang untuk membuat sepeda palsu dengan merek terkenal yang harganya terjangkau.

Berikut beberapa berita tentang pemalsuan merek sepeda onthel yang dimuat koran jaman dahulu. Koran bernama Bataviaasch Nieuwsblac terbitan 1926 memuat berita tentang menyitaan sepeda merek Fongers palsu. “Menurut Aneta di Malang sebanyak 57 sepeda merek Fongers yang dipalsukan telah disita oleh polisi. Pemilik sepeda Fongers palsu itu adalah orang Cina namun dia mengklaim bahwa sepeda Fongers ini berasal dari saudaranya yang ada di Surabaya”. Foto berita tentang merek sepeda palsu berbahasa Belanda di bawah ini dimuat oleh koran bernama Het Nieuwsblad Voor Sumatra terbitan 1953 bila diterjemahkan bunyinya sebagai berikut “Kamis pagi polisi telah menyita sebanyak 32 sepeda palsu di toko yang menyediakan sepeda di Pasar Turi Surabaya. Sepeda palsu itu bermerek Raleigh, Fongers, Simplex, dan Gazelle,”

Tak hanya marak dengan pemalsuan sepeda, pencurian sepeda merek terkenal sering terjadi. Sepeda yang paling diincar saat itu adalah Raleigh, Fongers, Humber, Gazelle, Simplex dan merek terkenal lainnya. Tak hanya sepeda merek terkenal, sepeda tanpa merek pun amblas disikat maling. “Baroe-baroe ini telah hilang sepeda kepoenjaan toen Tong Hik Bao di rumahnja. Ada dua sepeda jang digondol maling satoe mereknja Raleigh dan satoenja lagi tak ada merek,” Demikian tulisan berita di koran Pelita Rakjat terbitan 1943. Bahkan ada koran berbahasa Belanda yang menyebutkan bahwa bangsa Hindia Belanda adalah “Bangsa Maling”

Bedanya dengan sekarang adalah sepeda aspal ini bisa dipasarkan dengan leluasa ke masyarakat dan penjualnya mampu meraup untung sebesar-besarnya. Sedang jaman dahulu sepeda palsu ini bisa disita polisi dan pelakunya bisa masuk bui.(Oldbike In History)

Sumber : FB Oldbike In History

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s